langitanmabin@gmail.com

Cetak Pendidik Al-Qur’an Berkualitas, Yayasan Mabin An-Nahdliyah Langitan Gelar Wisuda PGTPQ ke-5

Cetak Pendidik Al-Qur’an Berkualitas, Yayasan Mabin An-Nahdliyah Langitan Gelar Wisuda PGTPQ ke-5

TUBAN, 7 Juli 2026 — Yayasan Majelis Pembina (Mabin) An-Nahdliyah Pesantren Langitan sukses menggelar prosesi Wisuda Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PGTPQ) ke-5 untuk mahasiswa Angkatan VIII dan IX. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur ini digelar di Gedung Graha Sandiya, Tuban.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Masyayikh serta Bu Nyai Pondok Pesantren Langitan, di antaranya K.H. Maksum Faqih, K.H. Hasan Ghozali, K.H. Agus Hashim Fahmi, Agus Muhammad Zahid Hasbullah, dan Ust. H. Muhammad Falah. Kehadiran para pengasuh ini menegaskan komitmen lembaga dalam menjaga sanad keilmuan serta mencetak pendidik Al-Qur’an yang fasih, tartil, dan berakhlakul karimah.

Apresiasi dan Arahan Strategis Kemenag Tuban

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Umi Kulsum menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Mabin An-Nahdliyah Langitan atas konsistensinya melahirkan kader pengajar Al-Qur’an yang berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, Kemenag Tuban memaparkan beberapa poin strategis untuk pengembangan lembaga keagamaan di Kabupaten Tuban:

  • Penataan Data EMIS: Mengajak seluruh pondok pesantren dan TPQ membenahi data Education Management Information System (EMIS) dalam rangka menyambut penguatan Direktorat Jenderal Pesantren. Pembenahan mencakup data guru, santri, hingga sarana dan prasarana agar lebih tertib dan akurat.
  • Tim Pengembang Kurikulum & PG Madin: Mendorong pembentukan Tim Pengembang Kurikulum TPQ serta menginisiasi lahirnya PG Madin. Langkah ini disiapkan agar para santri yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Diniyah Takmiliyah (Ula, Wustha, Ulya) secara terstruktur.
  • Penguatan Sinergi: Mempererat kerja sama dan kolaborasi antara Kemenag, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ demi memajukan pendidikan keagamaan di Kabupaten Tuban.

“Semoga seluruh program yang kita jalankan dimudahkan oleh Allah SWT. Kami berharap kerja sama antara Kemenag, pondok pesantren, madin, dan TPQ terus terjalin erat untuk memajukan pendidikan Islam di Kabupaten Tuban,” tegas Umi Kulsum.

Menjaga Sanad Keilmuan Metode An-Nahdliyah

Melalui pengukuhan wisudawan Angkatan VIII dan IX ini, Yayasan Mabin An-Nahdliyah Langitan membuktikan perannya dalam menyediakan tenaga pendidik Al-Qur’an yang siap membina masyarakat.

Dengan bekal penguasaan metode An-Nahdliyah yang khas dan teruji, para lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara teknis makhraj dan tajwid, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan serta membawa syiar Islam yang ramah, teduh, dan berpegang teguh pada tradisi pesantren khas Langitan.

 

Cetak Guru Qur’ani Profesional, PGTPQ Mabin An Nahdliyah Langitan Gelar Wisuda Sarjana ke-IV

Cetak Guru Qur’ani Profesional, PGTPQ Mabin An Nahdliyah Langitan Gelar Wisuda Sarjana ke-IV

Tuban – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Gedung Graha Sandiya PT Semen Gresik (Persero) Tbk di Tuban pada hari Sabtu, 31 September 2024. Pendidikan Guru TPQ (PGTPQ) di bawah naungan Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan kembali menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-IV.

Sebanyak 75 mahasiswa, yang terdiri dari wisudawan dan wisudawati angkatan VI dan VII, secara resmi dikukuhkan dalam acara sakral ini. Mereka telah menyelesaikan program pendidikan yang dirancang untuk mencetak para pendidik Al-Qur’an yang kompeten dan berakhlakul karimah.

Acara ini dihadiri oleh para tokoh ulama dan jajaran pengurus yayasan. Tampak di barisan kehormatan para Masyayikh Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, di antaranya KH. Abdullah Habib Faqih, KH. Abdurrohman Faqih, dan KH. Ali Marzuqi. Turut hadir pula Katib Syuriah PBNU, Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi, Lc., M.A., serta Ketua Pengurus Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan, KH. Ahsan Ghozali, beserta jajaran Pengurus Koordinator Kecamatan (Kortan).

Orasi Ilmiah: Tiga Prinsip Mendidik dalam Al-Qur’an

Puncak acara diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi. Dalam orasinya, beliau mengupas tuntas prinsip-prinsip penting bagi seorang guru Al-Qur’an yang bersumber langsung dari kitab suci.

“Seorang pendidik Al-Qur’an tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan adab dan akhlak. Al-Qur’an sendiri telah memberikan kita panduan,” tutur Gus Afif.

Beliau memaparkan tiga pilar utama yang harus dimiliki dan dijalankan oleh seorang guru:

  1. Sifat Guru (Pendidik): Seorang guru harus meneladani sifat-sifat mulia. Pertama, Ar-Rahman, yakni memiliki sifat welas asih (syafaqah) dan perhatian (ihtimam) yang tinggi agar muridnya berhasil. Kedua, Syadidul Quwa, yang berarti memiliki kapabilitas dan kekuatan untuk melaksanakan tugas mengajar dengan baik. Ketiga, Dzu Mirrotin, yaitu memiliki penampilan, akhlak, dan kepribadian yang baik untuk menjadi teladan.
  2. Metode Mengajar (Alamah): Metode pengajaran harus merujuk pada apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ini mencakup Sistem Talqin (guru membacakan, murid menirukan), Sistem Tashih (guru menyimak dan mengoreksi bacaan murid), dan Tadarrus (membiasakan membaca Al-Qur’an secara terus-menerus).
  3. Materi Ajar (Al-Qur’an): Yang diajarkan bukan hanya kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih, tetapi juga adab-adab dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Keduanya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dengan bekal ilmu dan wejangan berharga tersebut, para wisudawan diharapkan siap mengabdikan diri di tengah masyarakat sebagai guru TPQ yang profesional dan menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani yang sholeh dan cerdas.