langitanmabin@gmail.com

Mencetak Generasi Qur’ani, Ratusan Anak Meriahkan Festival Anak Sholeh Ke 9 Mabin An Nahdliyah Langitan

Mencetak Generasi Qur’ani, Ratusan Anak Meriahkan Festival Anak Sholeh Ke 9 Mabin An Nahdliyah Langitan

Langitan – Suasana semarak dan penuh semangat Islami menyelimuti Halaman Madrasah Al Falahiyah, Pondok Pesantren Langitan, pada Senin, 16 September 2024. Sebanyak 535 anak dari berbagai Koordinator Kecamatan (Kortan) berkumpul untuk unjuk kebolehan dalam acara Festival Anak Sholeh (FAS) yang diselenggarakan oleh Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan.

Acara akbar ini mengusung tema yang inspiratif: “Mencetak santri TPQ An Nahdliyah dan Madrasah Diniyah Secabang Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan Sebagai Generasi Muslim Yang Sholeh, Cerdas dan Berprestasi”. Tema ini menjadi cerminan dari tujuan utama festival, yaitu sebagai wadah untuk menumbuhkan dan mengasah bakat generasi muda Islam.

Festival ini mendapat kehormatan dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, KH. Abdullah Habib Faqih, dan Ketua Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan, KH. Ahsan Ghozali, M.A. Turut hadir pula jajaran Pengurus Mabin An Nahdliyah Pusat dari Tulungagung serta seluruh Pengurus Kortan di bawah naungan Mabin An Nahdliyah Langitan.

Ketua Yayasan, KH. Ahsan Ghozali, dalam kesempatannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar bersama dalam membina generasi penerus. “Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sebuah panggung untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman sejak dini. Kami berharap, dari sini akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sholeh dan berakhlakul karimah,” ujarnya.

Antusiasme para peserta terlihat jelas dalam berbagai cabang lomba yang dipertandingkan. Kompetisi yang mendidik dan mengasah spiritualitas ini meliputi:

  • Tartilul Al-Quran (Putra-Putri)
  • Tahfidz Surat Pilihan
  • Tahfidz 2 Juz
  • Pildacil (Pidato Dai Cilik)
  • Tilawatul Qur’an
  • Praktik Sholat Shubuh
  • Lomba Adzan & Iqomah
  • Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK)
  • Tahfidz Aqidatul Awwam

Acara yang berlangsung meriah sepanjang hari ini berhasil menciptakan atmosfer kebersamaan dan kegembiraan. Dengan bekal nilai-nilai luhur yang ditanamkan, Festival Anak Sholeh ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kokoh bagi para santri untuk tumbuh menjadi generasi muslim yang unggul dan berprestasi.

 

Diiringi Banjari, 49 Anak Ikuti Khitanan Massal Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan

Diiringi Banjari, 49 Anak Ikuti Khitanan Massal Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan

Khitanan Massal

Tuban – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti area Pondok Pesantren Langitan pada Ahad pagi, 8 September 2024. Sebanyak 49 anak dari berbagai Koordinator Kecamatan (KORTAN) di bawah naungan Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan mengikuti kegiatan Khitanan Massal yang diadakan sebagai wujud kepedulian sosial.

Acara yang dipusatkan di Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Ponpes Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan Festival Anak Sholeh (FAS) ke-8 yang diselenggarakan oleh yayasan.

Sejak pukul 06.30 WIB, para peserta cilik yang didampingi oleh orang tua mereka telah berdatangan dan berkumpul. Keunikan acara ini terlihat saat anak-anak diarak menuju lokasi khitan dengan iringan meriah dari grup banjari santri Langitan. Meskipun akan dikhitan, raut wajah ceria dan senyum mengembang tampak jelas di antara para peserta.

Prosesi pembukaan acara turut dihadiri oleh para tokoh terkemuka, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, KH. Abdullah Habib Faqih dan KH. Abdurrohman Faqih. Kehadiran beliau menambah khidmat dan menjadi penyemangat bagi anak-anak serta orang tua yang hadir. Tampak pula para pengurus KORTAN dari wilayah terdekat dan tamu undangan lainnya yang memberikan dukungan penuh.

Ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat dalam melaksanakan salah satu syariat Islam, tetapi juga untuk menanamkan keberanian dan rasa kebersamaan sejak dini pada anak-anak.

“Ini adalah bagian dari program kerja kami dalam rangkaian FAS ke-8. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta dan keluarga mereka sebagai sebuah momen kepedulian yang penuh makna.

 

Cetak Guru Qur’ani Profesional, PGTPQ Mabin An Nahdliyah Langitan Gelar Wisuda Sarjana ke-IV

Cetak Guru Qur’ani Profesional, PGTPQ Mabin An Nahdliyah Langitan Gelar Wisuda Sarjana ke-IV

Tuban – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Gedung Graha Sandiya PT Semen Gresik (Persero) Tbk di Tuban pada hari Sabtu, 31 September 2024. Pendidikan Guru TPQ (PGTPQ) di bawah naungan Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan kembali menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-IV.

Sebanyak 75 mahasiswa, yang terdiri dari wisudawan dan wisudawati angkatan VI dan VII, secara resmi dikukuhkan dalam acara sakral ini. Mereka telah menyelesaikan program pendidikan yang dirancang untuk mencetak para pendidik Al-Qur’an yang kompeten dan berakhlakul karimah.

Acara ini dihadiri oleh para tokoh ulama dan jajaran pengurus yayasan. Tampak di barisan kehormatan para Masyayikh Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, di antaranya KH. Abdullah Habib Faqih, KH. Abdurrohman Faqih, dan KH. Ali Marzuqi. Turut hadir pula Katib Syuriah PBNU, Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi, Lc., M.A., serta Ketua Pengurus Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan, KH. Ahsan Ghozali, beserta jajaran Pengurus Koordinator Kecamatan (Kortan).

Orasi Ilmiah: Tiga Prinsip Mendidik dalam Al-Qur’an

Puncak acara diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi. Dalam orasinya, beliau mengupas tuntas prinsip-prinsip penting bagi seorang guru Al-Qur’an yang bersumber langsung dari kitab suci.

“Seorang pendidik Al-Qur’an tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan adab dan akhlak. Al-Qur’an sendiri telah memberikan kita panduan,” tutur Gus Afif.

Beliau memaparkan tiga pilar utama yang harus dimiliki dan dijalankan oleh seorang guru:

  1. Sifat Guru (Pendidik): Seorang guru harus meneladani sifat-sifat mulia. Pertama, Ar-Rahman, yakni memiliki sifat welas asih (syafaqah) dan perhatian (ihtimam) yang tinggi agar muridnya berhasil. Kedua, Syadidul Quwa, yang berarti memiliki kapabilitas dan kekuatan untuk melaksanakan tugas mengajar dengan baik. Ketiga, Dzu Mirrotin, yaitu memiliki penampilan, akhlak, dan kepribadian yang baik untuk menjadi teladan.
  2. Metode Mengajar (Alamah): Metode pengajaran harus merujuk pada apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ini mencakup Sistem Talqin (guru membacakan, murid menirukan), Sistem Tashih (guru menyimak dan mengoreksi bacaan murid), dan Tadarrus (membiasakan membaca Al-Qur’an secara terus-menerus).
  3. Materi Ajar (Al-Qur’an): Yang diajarkan bukan hanya kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih, tetapi juga adab-adab dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Keduanya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dengan bekal ilmu dan wejangan berharga tersebut, para wisudawan diharapkan siap mengabdikan diri di tengah masyarakat sebagai guru TPQ yang profesional dan menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani yang sholeh dan cerdas.

Rapat Tahunan Yasasan Mabin An Nahdliyah Langitan

Rapat Tahunan Yasasan Mabin An Nahdliyah Langitan

 

Tuban – Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan Menggelar Rapat Tahunan di Gedung Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan pada hari Ahad di gedung Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan (24/08/24).  

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Kordinator Kecamatan, Pengurus Senior Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan.

dalam Kesempatan tersebut Ketua Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan Dr. Kh Ahsan Ghozali, M.A  beliau berpesan bahwa sebuah organisasi membutuhkan tiga pilar agar menjadi kokoh dan kuat;

  1. Kekompakan Anggota (Tauhidus Shufuf)
  2. Transparansi dalam hal apapun terutama dalam hal keunagan (As Shafafi)
  3. Management yang baik ( Tadbirun Nidhom)

“Dalam rapat Tahunan  Yayasan Mabin An Nahdliyah tersusun beberapa agenda termasuk Laporan Keuangan selama  perjalanan tahun pertama, pencapaian progam kerja Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan.

Madrasah Aliyah Al-Falahiyah Sukses Gelar Diklat TPQ An-Nahdliyah, Lahirkan Calon Pendidik Al-Qur’an

Madrasah Aliyah Al-Falahiyah Sukses Gelar Diklat TPQ An-Nahdliyah, Lahirkan Calon Pendidik Al-Qur’an

LANGITAN – Madrasah Aliyah (MA) Al-Falahiyah Pondok Pesantren Langitan sukses menyelenggarakan Diklat TPQ An-Nahdliyah selama dua hari penuh, pada tanggal 18-19 Juli lalu. Kegiatan kolaboratif antara Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MA Al-Falahiyah dengan Mabin An-Nahdliyah Langitan ini menjadi momentum penting dalam upaya mencetak generasi pendidik Al-Qur’an yang terampil dan berakhlak mulia.

Diklat yang dihadiri oleh ratusan santri dari berbagai tingkatan, mulai dari Tsanawiyah hingga Aliyah, ini bertujuan utama untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis menjadi pendidik Al-Qur’an di TPQ An-Nahdliyah.

Fokus pada Metode dan Spiritual

Materi yang disajikan dalam diklat tidak hanya berfokus pada penguasaan dan pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga mengedepankan metode pengajaran yang interaktif dan memotivasi sesuai dengan prinsip-prinsip An-Nahdliyah.

Peserta diklat mendapatkan bimbingan langsung dari tutor-tutor terbaik Mabin An-Nahdliyah Langitan, di antaranya Ust. Damanhuri, Ust. Irhamni Masyhadi, Ust. Khoirul Huda Wahid, dan Ust. Rofiul Himam. Para tutor ini memastikan peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan yang dianut dalam setiap sesi pengajaran.

Selain materi teknis, aspek spiritual peserta juga mendapat perhatian khusus. Sebagai bagian dari pembentukan spiritual, peserta juga diijazahkan amalan berupa wirid Hizib Khofi dan shalat sunah Tasbih. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan peserta dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan visi pendidikan pondok pesantren.

Semangat Baru Pendidikan Al-Qur’an

Keberhasilan Diklat TPQ An-Nahdliyah ini telah menyemai semangat baru dalam pendidikan Al-Qur’an di lingkungan Madrasah Al-Falahiyah. Para peserta diklat dikabarkan pulang dengan bekal yang lengkap, meliputi pengetahuan yang lebih mendalam, keterampilan pengajaran yang lebih terampil, serta kekayaan spiritual yang lebih mendalam.

Diharapkan, pengetahuan dan semangat yang mereka peroleh selama diklat ini dapat tersebar luas dan membawa manfaat signifikan bagi masyarakat sekitar, sehingga misi mulia untuk mendidik umat dalam membaca dan memahami Al-Qur’an dapat terus berlanjut.

Pin It on Pinterest