langitanmabin@gmail.com

Diklat Madrasah Diniyah Mabin An Nahdliyah Langitan

Diklat Madrasah Diniyah Mabin An Nahdliyah Langitan

amis (2/06/23) Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan menggelar acara Diklat Madrasah Diniyah dengan tema ” METODE MENDIDIK ALA SYAIKHINA”.

Acara di buka oleh beliau Agus Zahid  Hasbullah, Acara di lanjutkan dengan pengijazahan doa.

Acara berlanjut sambutan-sambutan diantaranya, Sambutan ketua pelaksana Mabin Langitan Ust. Syifaul Adha, kemudian dilanjutkan dengan materi oleh Ust. damnahuri, S.Pd di lanjutkan Ust. Mahbub Adnan Junaidi dan diakhiri oleh Agus Ahmad Alawi

Kunci Sukses Baca Al-Qur’an: Belajar Tajwid.

Kunci Sukses Baca Al-Qur’an: Belajar Tajwid.

Munaqosah Mabin

Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang  mulia. Setiap hurufnya dibalas dengan sepuluh kebaikan, sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya. Begitu juga banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang kemuliaan orang yang mempelajari Al-Qur’an, kemudian mengajarkannya.

Akhir-akhir ini banyak ajakan dari berbagai komunitas untuk semakin memperbanyak membaca Al-Qur’an. Nabi pun pada dasarnya juga menganjurkan Muslim untuk mengkhatamkan Al-Qur’an secara rutin, baik sebulan sekali, tiga bulan sekali, seminggu sekali, bahkan juga tiga hari sekali khatam, sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada.

Tapi, patut disadari juga bahwa meskipun memperbanyak membaca Al-Qur’an itu baik, untuk mencapai kualitas ibadah yang lebih baik maka cara membaca Al-Qur’an perlu diperbaiki. Dalam Al-Qur’an surat Al Muzammil ayat 4 juga Allah sebutkan bahwa “…dan bacalah Al-Qur’an secara tartil…”.

Dalam sebuah atsar, Sayyidina Ali bin Abi Thalib menyebutkan bahwa tartil adalah “tajwidul huruf, wa ma’rifatul wuquf (mengindahkan bacaan huruf, dan mengetahui tentang waqaf-nya)”. Maka dari sini ilmu tajwid sebagai ilmu yang membahas cara pengucapan, sifat huruf Al-Qur’an, serta kaedah lainnya menjadi penting.

Mengenai pentingnya ilmu tajwid, Seorang alim ahli qiraat bernama Syekh Al Jazari, menyebutkan dalam syairnya, Manzhumah al-Jazariyyah.

وَ الْأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حِتْمٌ لَازِمُ # مَنْ لَمْ يُصَحِّحِ القُرآنَ آثِمُ

“Dan mempelajari ilmu tajwid adalah sesuatu yang wajib, Siapa yang tak (berusaha) memperbaiki bacaannya maka ia bisa berdosa”

 

لِأَنَّهُ بِهِ الإلَهُ أَنْزِلا # وَ هَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلَا

“Karena demikianlah (beserta cara membacanya) Allah menurunkan Al-Qur’an Dan seperti itu pula (bacaan Al-Quran dan tajwidnya) sampai kepada kita”

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad, ternyata juga beserta cara membacanya. Mulai dari cara pengucapan huruf (makharijul huruf), kaidah-kaidah tajwid lain terkait hukum bacaan huruf nun dan mim  yang diharakat sukun, panjang pendeknya bacaan, serta letak berhenti dan memulai bacaan ayat maupun kalimat (al waqfu wal ibtida’).

Menurut ulama bernama Syekh Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf bin Al Jazari ini, Al-Qur’an diturunkan beserta cara membacanya, selain sebagai mukjizat dan penghias bacaan Al-Qur’an, juga untuk menjaga maknanya. Diharapkan nanti setelah bisa paham tentang ilmu tersebut, seseorang bisa membaca Al-Qur’an dengan indah dan baik, tanpa kesulitan dan kesusahan.

Dan lagi, menurut Syekh Al Jazari, hal itu tidak bisa tercapai tanpa kesungguhan dan melanggengkan bacaan. Membaca Al-Qur’an memang butuh proses untuk belajar, yang memang tidak mudah. Apalagi membiasakan kemampuan bicara orang Indonesia memang perlu bersabar. Maka belajar Al-Qur’an dengan berguru ke alim yang mumpuni menjadi begitu penting, supaya kesalahan baca dan manfaat ilmu tajwid bisa terasa. Semoga segala usaha kita mempelajari Al-Qur’an dapat menjadikannya penuntun hidup dan penolong di hari akhir nanti. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Sumber: https://islam.nu.or.id/ilmu-al-quran/pentingnya-belajar-ilmu-tajwid-PtPfo

Istihlal Mabin An Nahdliyah 2023: Mengokohkan Ukhuwah, Menjemput Keberkahan

Istihlal Mabin An Nahdliyah 2023: Mengokohkan Ukhuwah, Menjemput Keberkahan

LANGITAN – Suasana penuh keakraban dan khidmat menyelimuti lingkungan Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan pada hari Jum’at (28/04/23). Yayasan menggelar acara rutin tahunan bertajuk “Istihlal Asatidz TPQ & Madrasah Diniyah”, sebuah momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi di antara para pendidik Al-Qur’an dan keagamaan.

Acara dimulai dengan lantunan merdu dari tim sholawat Al Muqtashidah yang seketika membawa hadirin ke dalam suasana spiritual yang mendalam. Tak lama berselang, acara pun resmi dibuka dengan sambutan hangat oleh KH. Abdullah Munif Mz., menandai dimulainya rangkaian kegiatan.

Sebagai inti dari acara yang bernuansa rohani, para hadirin diajak untuk bersama-sama melantunkan Ratibul Haddad dan Tahlil. Pembacaan dzikir dan doa ini dipimpin secara khusyuk oleh Agus Zahid Hasbullah dan KH. Miftahul Munir, menambah kekhidmatan acara.

Memasuki sesi sambutan, Ketua Pelaksana Mabin Langitan, Ust. Syifaul Adha, menyampaikan laporan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara. Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan atas nama keluarga ndalem, KH. Abdurrahman Faqih, yang menyampaikan pesan-pesan kehangatan dan dukungan keluarga besar Langitan kepada para asatidz.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah (nasihat kebaikan) yang disampaikan oleh Al-Mukarram KH. Abdullah Habib Faqih. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan wejangan dan motivasi kepada para guru TPQ dan Madrasah Diniyah untuk terus ikhlas dan bersemangat dalam mendidik generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah.

Sebagai penutup rangkaian acara, doa dipimpin oleh KH. Muhammad Ali Marzuqi. Suasana haru dan kebersamaan semakin terasa saat seluruh hadirin melakukan mushafahah, bersalam-salaman dengan para Masyayikh, sebagai simbol saling memaafkan dan memperkuat ikatan persaudaraan di bulan Syawal.