langitanmabin@gmail.com

Lautan Hijau di Masjid Al Akbar: Ribuan Santri dan Guru TPQ Hadiri Istighosah Kubro Mabin Langitan

Lautan Hijau di Masjid Al Akbar: Ribuan Santri dan Guru TPQ Hadiri Istighosah Kubro Mabin Langitan

SURABAYA – Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dipadati oleh lautan jamaah pada Selasa (30/12/2025). Ribuan orang yang terdiri dari pengurus Mabin Pusat, anggota Mabin se-Indonesia, serta seluruh santri dan guru Lembaga TPQ yang bermitra dengan Mabin Langitan, berkumpul untuk mengikuti Istighosah Kubro.

[Image: Suasana ribuan santri dan guru TPQ memadati ruang utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya]

Acara akbar yang digelar menjelang akhir tahun ini berlangsung dengan sangat khidmat dan meriah. Kapasitas ruang utama masjid terbesar kedua di Indonesia ini tampak penuh sesak oleh jamaah yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan doa bersama tersebut.

Dihadiri Tokoh Penting dan Masyayikh

Momen ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran langsung Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan. Kehadiran para kiai sepuh ini menjadi magnet utama yang dinanti-nantikan oleh para alumni, guru, dan santri untuk ngalap berkah.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur beserta jajaran Forkopimda yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan yang mempersatukan umat ini.

Sinergi Mabin dan Lembaga TPQ

Keistimewaan Istighosah Kubro kali ini terletak pada pelibatan masif dari akar rumput. Tidak hanya alumni senior, acara ini melibatkan ribuan santri cilik dan guru-guru pejuang Al-Qur’an dari berbagai Lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berada di bawah naungan kemitraan Mabin Langitan.

“Melihat ribuan santri TPQ dan guru-gurunya berkumpul satu majelis dengan Masyayikh dan Umara di Masjid Al Akbar ini sungguh menyejukkan. Ini adalah simbol kekuatan pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an di Jawa Timur,” ujar Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya.

Gema dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Masyayikh Langitan membahana memenuhi kubah masjid, mendoakan keselamatan bangsa, keberkahan ilmu para santri, dan kemajuan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia.

Acara ditutup dengan doa penutup oleh Masyayikh, dilanjutkan dengan momen silaturahmi yang mempererat ukhuwah antara pengurus Mabin, asatidz TPQ, dan para santri.

Do’a Santri untuk Negeri: 50.000 Santri Mabin Langitan Padati Masjid Al Akbar Surabaya dalam Istighotsah Kubro

Do’a Santri untuk Negeri: 50.000 Santri Mabin Langitan Padati Masjid Al Akbar Surabaya dalam Istighotsah Kubro

SURABAYA – Sebanyak kurang lebih 50.000 santri dari Yayasan Mabin An Nahdliyah Langitan memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya untuk mengikuti acara Khotmil Qur’an & Istighotsah Kubro Ke-IX. Acara yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (28-29/12), ini mengusung tema “Do’a Santri untuk Negeri” dan berjalan dengan penuh khidmat.

Rangkaian acara dimulai pada hari Rabu (28/12) pagi. Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an bin Nadlhor (khataman) oleh para santri pilihan yang berasal dari berbagai lembaga di bawah naungan Yayasan Mabin Langitan. Suasana khusyuk sudah terasa sejak hari pertama, menandai kesakralan acara.

Puncak acara dilaksanakan pada Kamis (29/12) pagi. Dipandu oleh MC Ust. H. Mufrodi Masyhadi, acara dibuka dengan Iftitah bil Fatihah yang dipimpin oleh KH. Abdullah Munif Marzuqi. Gema sholawat kemudian membahana di seluruh penjuru masjid saat Ust. Khoirul Huda melantunkan Sholawat Ya Robbana, disusul dengan penampilan bakat dari para santri.

Acara dilanjutkan dengan sesi sambutan yang diisi oleh para tokoh penting. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan pengurus Mabin Pusat Tulungagung, KH. Abdul Hakim Musthofa. Kemudian dilanjutkan oleh KH. Ahmi Muhtarom dan KH. Ahsan Ghozali, MA.

Memasuki acara inti, suasana menjadi semakin khidmat saat pembacaan Istighotsah sekaligus Mahallul Qiyam dipimpin oleh KH. Abdullah Habib Faqih. Puluhan ribu jemaah larut dalam doa dan zikir bersama. Nasihat dan pencerahan rohani (mauidloh hasanah) kemudian disampaikan oleh ulama kharismatik, KH. Marzuqi Mustamar, yang memberikan pesan-pesan mendalam bagi para santri dan hadirin.

Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Sos., turut memberikan sambutan terakhir, mengapresiasi peran santri dalam mendoakan dan membangun negeri. Rangkaian acara akbar ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Miftachul Akhyar, memohon keberkahan bagi bangsa dan negara.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para santri TPQ Metode An Nahdliyah, tetapi juga oleh para asatidz dan jajaran pejabat tinggi dari Surabaya dan Provinsi Jawa Timur. Keseluruhan acara berjalan dengan lancar, khusyuk, dan penuh khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan dan spiritualitas para santri untuk kebaikan negeri.

Pin It on Pinterest