langitanmabin@gmail.com

Kunci Sukses Baca Al-Qur’an: Belajar Tajwid.

Kunci Sukses Baca Al-Qur’an: Belajar Tajwid.

Munaqosah Mabin

Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang  mulia. Setiap hurufnya dibalas dengan sepuluh kebaikan, sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya. Begitu juga banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang kemuliaan orang yang mempelajari Al-Qur’an, kemudian mengajarkannya.

Akhir-akhir ini banyak ajakan dari berbagai komunitas untuk semakin memperbanyak membaca Al-Qur’an. Nabi pun pada dasarnya juga menganjurkan Muslim untuk mengkhatamkan Al-Qur’an secara rutin, baik sebulan sekali, tiga bulan sekali, seminggu sekali, bahkan juga tiga hari sekali khatam, sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada.

Tapi, patut disadari juga bahwa meskipun memperbanyak membaca Al-Qur’an itu baik, untuk mencapai kualitas ibadah yang lebih baik maka cara membaca Al-Qur’an perlu diperbaiki. Dalam Al-Qur’an surat Al Muzammil ayat 4 juga Allah sebutkan bahwa “…dan bacalah Al-Qur’an secara tartil…”.

Dalam sebuah atsar, Sayyidina Ali bin Abi Thalib menyebutkan bahwa tartil adalah “tajwidul huruf, wa ma’rifatul wuquf (mengindahkan bacaan huruf, dan mengetahui tentang waqaf-nya)”. Maka dari sini ilmu tajwid sebagai ilmu yang membahas cara pengucapan, sifat huruf Al-Qur’an, serta kaedah lainnya menjadi penting.

Mengenai pentingnya ilmu tajwid, Seorang alim ahli qiraat bernama Syekh Al Jazari, menyebutkan dalam syairnya, Manzhumah al-Jazariyyah.

وَ الْأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حِتْمٌ لَازِمُ # مَنْ لَمْ يُصَحِّحِ القُرآنَ آثِمُ

“Dan mempelajari ilmu tajwid adalah sesuatu yang wajib, Siapa yang tak (berusaha) memperbaiki bacaannya maka ia bisa berdosa”

 

لِأَنَّهُ بِهِ الإلَهُ أَنْزِلا # وَ هَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلَا

“Karena demikianlah (beserta cara membacanya) Allah menurunkan Al-Qur’an Dan seperti itu pula (bacaan Al-Quran dan tajwidnya) sampai kepada kita”

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad, ternyata juga beserta cara membacanya. Mulai dari cara pengucapan huruf (makharijul huruf), kaidah-kaidah tajwid lain terkait hukum bacaan huruf nun dan mim  yang diharakat sukun, panjang pendeknya bacaan, serta letak berhenti dan memulai bacaan ayat maupun kalimat (al waqfu wal ibtida’).

Menurut ulama bernama Syekh Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf bin Al Jazari ini, Al-Qur’an diturunkan beserta cara membacanya, selain sebagai mukjizat dan penghias bacaan Al-Qur’an, juga untuk menjaga maknanya. Diharapkan nanti setelah bisa paham tentang ilmu tersebut, seseorang bisa membaca Al-Qur’an dengan indah dan baik, tanpa kesulitan dan kesusahan.

Dan lagi, menurut Syekh Al Jazari, hal itu tidak bisa tercapai tanpa kesungguhan dan melanggengkan bacaan. Membaca Al-Qur’an memang butuh proses untuk belajar, yang memang tidak mudah. Apalagi membiasakan kemampuan bicara orang Indonesia memang perlu bersabar. Maka belajar Al-Qur’an dengan berguru ke alim yang mumpuni menjadi begitu penting, supaya kesalahan baca dan manfaat ilmu tajwid bisa terasa. Semoga segala usaha kita mempelajari Al-Qur’an dapat menjadikannya penuntun hidup dan penolong di hari akhir nanti. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

Sumber: https://islam.nu.or.id/ilmu-al-quran/pentingnya-belajar-ilmu-tajwid-PtPfo

Mengenal Ilmu Tajwid: Kunci Membaca Al-Qur’an dengan Benar dan Fasih

Mengenal Ilmu Tajwid: Kunci Membaca Al-Qur’an dengan Benar dan Fasih

Tajwid merupakan salah satu ilmu fundamental bagi setiap muslim yang ingin membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Memahami dan mengamalkan ilmu tajwid adalah kunci untuk menjaga keaslian dan kesempurnaan bacaan kitab suci.

Pengertian Tajwid Secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, kata Tajwid (تَجْوِيد) berasal dari bahasa Arab, kata kerja jawwada – yujawwidu – tajwidan yang berarti melakukan sesuatu dengan indah, bagus, atau membaguskan. Dalam konteks ini, tajwid berarti memperindah bacaan.

Sedangkan secara istilah, Ilmu Tajwid adalah:

“Mengucapkan setiap huruf dari makhraj (tempat keluarnya) serta memberikan haq (sifat-sifat asli) dan mustahaq (sifat-sifat yang timbul) dari sifat-sifatnya.”

Dengan kata lain, Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara membunyikan atau melafalkan huruf-huruf Al-Qur’an dengan baik, benar, dan fasih, sesuai dengan kaidah pelafalan huruf Arab, termasuk memperhatikan panjang pendek (mad), tebal tipis (tafkhim dan tarqiq), dan tempat keluarnya huruf (makharijul huruf).

Inti dari Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid berfokus pada tiga hal utama dalam pembacaan Al-Qur’an:

1. Makharijul Huruf (Tempat Keluarnya Huruf): Memastikan setiap huruf dilafalkan dari tempat keluarnya yang tepat (misalnya tenggorokan, lidah, bibir).

2. Sifatul Huruf (Sifat-sifat Huruf): Memberikan sifat yang dimiliki setiap huruf, seperti jahr (jelas), hames (berdesis), isti’la (tebal), qalqalah (pantulan), dan lain-lain.

3. Ahkamul Huruf (Hukum-hukum Bacaan): Menerapkan berbagai hukum yang timbul ketika dua huruf atau lebih bertemu, seperti hukum Nun Sukun/Tanwin (misalnya idzhar, idgham, iqlab, ikhfa), hukum Mad (panjang pendek), dan hukum Ra’ atau Lam.

Tujuan dan Hukum Mempelajari Tajwid

Tujuan utama dari mempelajari dan mengamalkan ilmu tajwid adalah untuk:

  • Memelihara bacaan Al-Qur’an dari kesalahan dan perubahan.
  • Menjaga lisan (mulut) dari kesalahan fatal (kesalahan yang mengubah makna) saat membaca firman Allah SWT.
  • Mencapai bacaan yang tartil, sebagaimana perintah Allah SWT dalam firman-Nya:

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil.” (QS. Al-Muzammil [73]: 4)

Hukum Mempelajari dan Mengamalkan Tajwid

1. Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid: Mayoritas ulama berpendapat hukumnya adalah Fardhu Kifayah (kewajiban yang jika sudah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban atas yang lain).

2. Hukum Membaca Al-Qur’an Sesuai Kaidah Tajwid: Hukumnya adalah Fardhu ‘Ain (kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu muslim yang membaca Al-Qur’an), terutama menghindari kesalahan fatal (lahnul jaly) yang dapat mengubah makna.

Dengan demikian, tajwid bukan sekadar aturan tambahan, melainkan sebuah pedoman esensial yang memastikan setiap huruf, kata, dan ayat Al-Qur’an dilafalkan dengan sempurna, sehingga makna yang terkandung di dalamnya tersampaikan secara utuh dan benar.

Pin It on Pinterest